Jumat, 15 November 2019

Biro Administrasi Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Laba Bersih Tumbuh 12,76%, Kinerja Bank Jatim Cukup Membanggakan

Kamis, 5 April 2018 | PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

Dalam rangka memberikan keterbukaan informasi, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim)melaksanakan analyst meeting dan press conference untuk memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2017 (audited) di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta (15/01).

Kinerja keuangan bankjatim tahun buku 2017 menunjukan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2017 (audited), aset bankjatim tercatat Rp. 51,52 triliun atau tumbuh 19,72% laba bersih bankjatim tercatat 1,15 triliun tumbuh 12,76% (YoY).

Selama tahun 2017 Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim tumbuh luar biasa dengan mencatatkan pertumbuhan 21,48% (YoY) sebesar Rp. 39,84 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat. Selain itu pencapaian DPK  tersebut diperkuat dengan CASA rasio bankjatim sebesar 69,89%, dimana selama lebih dari 14 tahun, CASA rasio bankjatim selalu menunjukkan diatas 65%.

Di tengah-tengah kondisi perekonomian global yang masih belum stabil di 2017, bankjatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 31,75 triliun atau tumbuh 7,01% (YoY). Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi selama tahun 2017 yaitu sebesar 22,29 triliun atau tumbuh 12,42% (YoY)  

Rasio keuangan bankjatim posisi Desember 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, diantaranya Return on Equity (ROE) sebesar 17,43%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,68 %, Return On Asset (ROA) 3,12% , terjadi efisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dari 72,22% menjadi 68,63%.

Tren kenaikan harga saham bankjatim (BJTM) juga menjadi perhatian masyarakat, mengingat selama tahun 2017 pertumbuhan harga saham BJTM mencapai 17,60% yang ditutup pada level Rp. 710/ lembar saham di penghujung tahun 2017. Ditahun ini pula, BJTM membukukan harga saham tertinggi dalam sejarah sejak IPO di 2012 yaitu sebesar Rp. 840/ lembar saham di bulan April 2017.

Kinerja yang bagus di tahun 2017 juga tak luput dari strategi manajemen di tahun 2017 yang menambah 2 (dua) direktorat baru, yaitu: Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko. Dengan adanya penambahan 2 (dua) direksi tersebut, pembagian kerja menjadi lebih fokus.

Direktur Keuangan diduduki oleh Ferdian Timur Satyagraha, dan Direktur Manajemen Risiko dijabat oleh Rizyana Mirda. Perbaikan Sumber Daya Manusia yang lebih baik juga menjadi prioritas utama bankjatim, hal tersebut dilakukan dengan mengangkat Direktur Kepatuhan dan Human Capital baru, Hadi Santoso menggantikan Eko Antono yang mengundurkan diri pada pertengahan tahun 2017

Sejarah juga tercipta di awal tahun 2017, untuk pertama kali bankjatim memperluas layanan di luar pulau Jawa dengan membuka cabang operasional tepatnya di pulau Batam. Batam menjadi destinasi pertama bankjatim untuk melayani kebutuhan perbankan dan keuangan masyarakat. Batam dinilai mampu menjadi ladang bankjatim dalam memberikan pelayanan dan kepuasan bertransaksi khususnya bagi pengusaha dan pedagang yang memiliki perdagangan antar pulau khususnya dengan Jawa Timur.

Di tahun 2017, bankjatim juga terus melakukan inovasi produk guna meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi nasabah. bankjatim menggandeng beberapa perusahaan asuransi di Indonesia dengan meluncurkan produk bancassurance. Salah satu alternatif produk untuk memfasilitasi kebutuhan akan investasi jangka panjang disertai dengan benefit proteksi jiwa nasabah bankjatim.

Untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia, bankjatim turut gencar mempromosikan electronic money (e-money) melalui Flazz bankjatimhasil bundling product bankjatimdengan BCA.

Hingga Desember 2017, jumlah jaringan bankjatim telah mencapai 1.608 titik layanan terdiri dari 1 Kantor Pusat, 48 Kantor Cabang, 166 Cabang Pembantu, 199 Kantor Kas, 191 Kantor layanan Syariah, 190 Payment Point, 88 Kas Mobil, 723 ATM dan 2 CDM.  

Secara garis besar, rencana bisnis bankjatim di 2018, diantaranya:

  1. Dari sisi kredit, bankjatim akan mempermudah pengajuan kredit dengan 
    e-kredit. Layanan yang memberikan kemudahan informasi dan pelayanan kepada pelaku UMKM dan masyarakat Jawa Timur. Melanjutkan program yang dicetus oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, bankjatimtetap menyalurkan kredit Loan Agreement Pemprov Jatim kepada UMKM sektor industri primer dan sekunder dengan bunga sangat kompetitif;
  2. Peningkatan DPK juga menjadi hal yang sangat diprioritaskan oleh bankjatim, dengan program tabungan seperti Siklus Bunga Plus dan giro plus diyakini masih dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk menabung di bankjatim;
  3. Peningkatan branchless banking juga menjadi concern bankjatim di tahun 2018, sampai dengan Desember 2017 terdapat 214 Agen Laku Pandai dan 2.117 nasabah yang berhasil dijaring.